4 Saham Perusahaan Milik Para Wong Solo yang Sukses Melantai di Bursa Saham

Uang Elektronik

Selain orang Batak, orang Jawa Tengah khususnya dari kampung Presiden Jokowi yaitu Surakarta juga banyak yang sukses dalam membangun bisnis. Beberapa perusahaan yang didirikan para Wong Solo ini pun melantai pada bursa saham.

Dan yang paling penting lagi, harga saham perusahaan mereka murah semua. Alias gak ada yang di atas Rp 400 perak.

Itu artinya ketika kamu memutuskan untuk membeli 1 lot (100 lembar) saham mereka, kamu gak bakal keluar duit lebih dari Rp 40 ribu! 

Penasaran dengan saham perusahaan dari Jawa Tengah ini? Yuk simak ulasannya.

1. PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk (AISA)

Sebelumnya maaf, saham perusahaan yang satu ini masih kena suspensi oleh Bursa Efek Indonesia. So, belum bisa dibeli ya.

Perusahaan ini sejatinya adalah pemegang merek snack TARO yang dia beli dari Unilever, dan dipimpin oleh Joko Mogoginta. Pada awalnya, mereka menjual bihun jagung di Sukoharjo dengan merek Bihun Cap Cangak Ular.

Singkat cerita perusahaan ini pun jadi makin besar. Suspensi yang diberikan BEI terhadap AISA disebabkan karena kegagalan AISA membayar utang. Mereka pun menjaminkan aset kedua anak usahanya. Namun kini AISA tengah melakukan pembenahan.

2. PT Indo Acidatama Tbk, (SRSN)

Saham perusahaan berikutnya adalah Indo Acidatama dipimpin oleh orang Jawa Tengah dari Kota Solo, yaitu Budhi Moeljono sejak tahun 2005 hingga sekarang. Pria ini sempat terlibat dalam bisnis kecap dengan keluarganya tahun 1964, dan namanya pun cukup dikenal di kalangan pengusaha setempat.

Beberapa anggota dari keluarga Budhi Moeljono juga terlibat dalam keberlangsungan perusahaan SRSN.

SRSN didirikan di tahun 1983 dengan nama PT Indo Alkohol Utama, yang bergerak di bidang agro kimia. Mereka memproduksi etanol, acetic acid, dan etil. Di tahun 2005, mereka melakukan merger dengan PT. Sarasa Nugraha Tbk yang dulu memiliki bisnis tekstil.

3. PT Sri Rezeki Isman Tbk (SRIL)

Saham perusahaan selanjutnya masuk ke emiten LQ 45. Perusahaan ini adalah perusahaan tekstil terbesar yang juga merupakan produsen pakaian militer NATO, dan militer di 33 negara dunia lainnya.

Pendirinya adalah H.M. Lukminto, berasal dari Jawa Timur yang justru mengawali karier bisnisnya di Pasar Klewer, Solo. Pria yang wafat di Singapura ini mendirikan pabrik tekstil di Sukoharjo dengan nama UD Sri Rejeki Isman pada tahun 1968.

Di tahun 2013, Sritex resmi masuk ke bursa saham dan merubah namanya menjadi PT Sri Rejeki Isman Tbk dengan kode emiten (SRIL).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *